Siapa yang tak kenal dengan KFC, Waralaba ayam goreng yang kepanjanganya adalah Kentucky Fried Chicken ini adalah salah atu produk ayam goreng paling terkenal di seluruh dunia. outletnya berjumlah puluhan ribu bahkan jutaan yang semuanya tersebar di seluruh penjuru dunia.


Namun kali ini, yang akan saya bahas bukanlah ayam gorengnya, melainkan sosok orang berjenggot yang ada di logo KFC. Mungkin sudah banyak orang yang langsung mengidentikkan gambar pria berjenggot itu dengan KFC namun tak tahu siapa dia sesungguhnya.

http://2.bp.blogspot.com/_-kFrr5LabQI/TDbAAvxP04I/AAAAAAAAAzc/iLIlFjw3RTE/s400/colonel_sanders.gif
Ia adalah Kolonel harland sanders, Penemu resep asli KFC. ia Lahir pada tanggal 9 September 1890 dan Mulai aktif dalam mewaralabakan (franchise) bisnis ayamnya pada usia 65 tahun. Saat ini, usahanya yang dikenal dengan Kentucky Fried Chicken atau KFC® telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam sistem makanan siap saji di dunia. Sosok Kolonel Sanders, pionir dalam restoran siap saji menjadi simbol dari semangat kewirausahaan.

http://myadhit.co.cc/wp-content/uploads/2009/04/harland_sanders.jpg
Sebenarnya ia adalah seorang prajurit angkatan darat amerika, namun selepas pensiun, beliau tak empunyai uang sepeserpun untuk memangun usaha, dan yang ia punya hanyalah kemampuan memasak dan resep memasak ayam gorang yang tiada duanya, Ia kemudia menawarkan resepnya ke banyak restoran. Hingga akhirnya berkembang pesat sampai sekarang dengan nama KFC

Lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel dinikmati setiap tahunnya. Dan itu tidak hanya di Amerika Utara. Bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia.

source: http://www.abizmal.co.cc/2010/09/inilah-sosok-pria-berjenggot-di-logo.html

Peta media sosial boleh jadi bakal berubah. Apple kini masuk ke wilayah jejaring sosial dengan menyediakan layanan baru bernama Ping dan Game Center. "Ini adalah jejaring sosial mengenai musik," kata Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, saat meluncurkan Ping di San Francisco, dikutip dari situs BBC.
Ping dibangun di atas software terbaru iTunes. Hanya saja, Ping menambahkan konsep jejaring sosial ke dalamnya. Dengan Ping, pengguna bisa membuat profil diri, jaringan teman, lengkap dengan playlist musik.
Layanan ini bisa diakses melalui software iTunes 10 yang telah tersedia untuk versi Mac maupun komputer PC-nya, maupun melalui aplikasi iTunes di iPhone dan iPod Touch.
"Kami pikir ini akan segera populer  karena 160 juta orang (pengguna iTunes-red) sudah bisa menggunakannya," kata Jobs optimistis. Tak hanya Ping, di kesempatan sama, Apple juga merilis Game Center.
Game Center adalah layanan game online untuk perangkat-perangkat berplatform iOS (iPhone OS). Lewat layanan ini, para pengguna bisa saling menantang rekan-rekannya untuk bermain game spesifik. Mereka juga bisa memamerkan pencapaian skor mereka di salah satu game kepada rekan-rekan mereka yang lain.
Ini memang bukan hal yang baru. Sebelum Ping, Microsoft juga telah menyediakan layanan serupa bagi para pemilik pemutar musik Zune. Beberapa fitur di Ping juga sudah disediakan oleh Spotify dan Last.fm. Namun selama ini iTunes-lah yang memiliki pengguna terbesar.
Sementara layanan semacam GameCentre juga sudah dinikmati oleh pengguna Xbox Live. Namun Xbox Live adalah layanan berbayar. Sementara games-games di Facebook yang berjalan di Flash, malahan seringkali belum bisa diakses melalui kebanyakan ponsel.
Menurut analis dari firma riset CCS, ini merupakan langkah ambisius Apple untuk menantang jejaring sosial lain yang telah ada.
"Mereka akan segera menemukan cara untuk membedakan produk mereka dengan jejaring sosial lain. Karena sudah banyak yang menggunakan iTunes, ini memang ekstensifikasi yang alamiah," kata Michael Gartenberg, analis dari Altimeter Group.
Bahkan munculnya Ping juga dikhawatirkan bakal menghabisi sisa-sisa kejayaan MySpace yang selama ini masih cukup populer di kalangan musisi.
"Ping akan menghancurkan apa yang masih tertinggal di pangsa pasar MySpace," kata Xeni Jardin, Co editor bidang Teknologi di blog Boing-Boing. Kalau sudah begini, Facebook pun sewajarnya untuk mulai waspada.